Dimazcipinang's Blog











{September 28, 2010}   TUGAS RISET . MEMBAHAS TENTANG SEJARAH SEPEDA MOTOR DI INDONESIA

METODE RISET

NAMA            : DIMASZ SHAYLENDRA

KELAS            : 3 EA 11

NPM               : 11208425

MEMBAHAS SUATU KASUS DALAM SEJARAH MOTOR DI INDONESIA

ABSTRAK

Sepeda motor memiliki sejarah yang sangat panjang di Indonesia, sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah penjajahan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda. Sepeda motor hadir di Indonesia sejak tahun 1893, dan orang pertama yang memiliki sepeda motor adalah John C. Potter, masinis pertama di pabrik gula Oemboel Probolinggo, Jawa Timur. John C. Potter memesan sendiri sepeda motor itu ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmüller, di Muenchen, Jerman. Sepeda motor rakitan Hildebrand und Wolfmüller belum menggunakan rantai, roda belakang digerakkan secara langsung oleh kruk as (crankshaft), sepeda motor ini belum menggunakan persneling, magnet, aki (accu), koil, dan kabel listrik

.

PENDAHULUAN

Sepeda motor adalah kendaraan roda dua yang paling digemari masyarakat Indonesia. Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), jumlah sepeda motor yang ada di Indonesia hingga tahun 2005 adalah sebanyak 35 juta unit. 1 James Luhulima., “Sejarah Sepeda Motor di Indonesia”, 2Crankshaft adalah bagian mesin yang berfungsi sebagai poros penerus daya hasil pembakaran dalam ruang silinder. Magnet berfungsi membangkitkan tenaga listrik dari kumparan kabel tembaga untuk disalurkan menuju accu. Accu merupakan alat penyimpan cadangan listrik. Koil pada sepeda motor berfungsi untuk memperbesar arus listrik.

JURNAL 1

membahas tentang awal mula adanya Sepeda motor

A. LATAR BELAKANG

pertama di dunia lahir di Jerman. Gottlieb Daimler dan mitranya, Wilhelm Maybach, dua pakar mesin empat langkah Jerman, menciptakan sepeda motor pertama di dunia. Pada tahun 1885, Daimler memasangkan mesin empat langkah berukuran kecil pada sebuah sepeda kayu. Mesin diletakkan di tengah (di antara roda depan dan belakang) dan dihubungkan dengan rantai ke roda belakang. Sepeda kayu bermesin itu diberi nama Reitwagen (riding car) dan merupakan sepeda motor pertama di dunia. Maybach mencoba Reitwagen sejauh 3 kilometer di sepanjang Sungai Neckar, dari Cannstatt ke Untertürkheim, dengan kecepatan 12 kilometer per jam. Pada waktu itu, Reitwagen tidak dijual untuk umum. Pemasangan mesin pada sepeda kayu itu merupakan rangkaian dari percobaan yang dilakukan oleh Daimler dan Maybach, sebelum memasang mesin empat langkah pada kereta kuda, yang menjadi cikal bakal lahirnya mobil. Tahun 1893, sepeda motor pertama yang dijual untuk umum dibuat oleh pabrik sepeda motor Hildebrand und Wolfmüller di Muenchen, Jerman. Sepeda motor ini tidak menggunakan rantai. Roda belakang digerakkan langsung oleh kruk as (crankshaft).

B. ALASAN DAN MASALAH

Sama seperti mobil pertama di dunia, sepeda motor pertama di dunia pun lahir di Jerman. Adalah Gottlieb Daimler dan mitranya, Wilhelm Maybach, dua pakar mesin empat langkah Jerman, yang menciptakan sepeda motor pertama di dunia. Pada tahun 1885, Daimler memasangkan mesin empat langkah berukuran kecil pada sebuah sepeda kayu. Mesin diletakkan di tengah (di antara roda depan dan belakang) dan dihubungkan dengan rantai ke roda belakang. Sepeda kayu bermesin itu diberi nama Reitwagen (riding car) dan merupakan sepeda motor pertama di dunia. Maybach mencoba Reitwagen sejauh 3 kilometer di sepanjang Sungai Neckar, dari Cannstatt ke Untertürkheim, dengan kecepatan 12 kilometer per jam. Pada waktu itu, Reitwagen tidak dijual untuk umum. Pemasangan mesin pada sepeda kayu itu merupakan rangkaian dari percobaan yang dilakukan oleh Daimler dan Maybach, sebelum memasang mesin empat langkah pada kereta kuda, yang menjadi cikal bakal lahirnya mobil. Tahun 1893, sepeda motor pertama yang dijual untuk umum dibuat oleh pabrik sepeda motor Hildebrand und Wolfmüller di Muenchen, Jerman. Sepeda motor ini tidak menggunakan rantai. Roda belakang digerakkan langsung oleh kruk as (crankshaft). Sepeda motor inilah yang dimiliki oleh John C Potter, masinis pertama pabrik gula Oemboel, Probolinggo, Jawa Timur, tahun 1893. Ia memesan sendiri sepeda motor itu langsung ke pabriknya di Muenchen. John Potter tercatat sebagai orang pertama yang memiliki sepeda motor di Indonesia, yang pada waktu masih berada di bawah pendudukan Belanda,

C.RUANG LINGKUP

Dalam penelitian sejarah, ruang lingkup sangat diperlukan mengingat luasnya masalah dalam kehidupan masyarakat. Setiap peneliti sejarah senantiasa dituntut untuk menentukan lingkup waktu dan tempat yang diteliti agar diperoleh suatu kejelasan yang utuh dan mendalam. tiga ruang lingkup yaitu: 1. Lingkup geografis (spasial) 2. Lingkup waktu (temporal) 3. Lingkup keilmuan. Faktor angka penjualan tahun 2005 angka penjualan sepeda motor mencapai 4,6 juta unit, sedangkan pada tahun 2004 penjualan mencapai 3.900.664 unit, sementara pada tahun 2003 penjualan sepeda motor mencapai 2.823.702 unit. Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan sepeda motor, setiap tahun naik rata-rata 38,14 persen. Indonesia tercatat sebagai pangsa sepeda motor terbesar ke tiga setelah China dan India. Rata-rata pertambahan sepeda motor di China per tahun adalah sekitar 12 juta unit, India sebesar 6.5 juta unit, dan Indonesia 5 juta unit. Salah satu faktor utama pendorong sektor otomotif sepeda motor adalah kemudahan untuk memperoleh sepeda motor, dengan uang muka Rp 500.000,00 masyarakat dapat memperoleh sepeda motor baru melalui kredit. Tumbuhnya lembaga-lembaga keuangan nonbank yang menawarkan kredit kepemilikan sepeda membantu perkembangnan industri otomotif sepeda motor. Mereka berlomba menawarkan kredit dengan suku bunga yang semakin murah. Tantangan dan dilema dalam kendaraan bermotor Balap motor Balap motor adalah olahraga otomotif yang menggunakan sepeda motor. Balap motor road race merupakan olahraga otomotif yang cukup popular di Indonesia. Road race Road race (balap jalanan) adalah olahraga otomotif yang dilombakan di jalan beraspal

D.TINJAUAN PUSTAKA

Sebagai acuan untuk menganalisis permasalahan, digunakan buku karya Edward K. Morolok, yang berjudul Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Buku ini membahas masalah transportasi mulai dari perencanaan, mendesain, dan mengoperasikan suatu sistem transportasi. Pembahasannya ditekankan pada prinsip-prinsip dan metode yang dapat diterapkan untuk semua jenis transportasi, baik transportasi penumpang maupun barang yang disertai dengan ramalan terhadap lingkungan alamiah dan sosial ekonomi. Acuan sejarah yang diambil didasarkan pada hubungan antara sistem transportasi dan lingkungan yang harus dilayani. Selain itu juga dibahas prinsip-prinsip organisasi transportasi, baik milik pemerintah maupun swasta. Dalam bagian lain juga dibahas pentingnya transportasi dalam masyarakat modern dan pengaruh-pengaruh potensial perubahan sistem transportasi terhadap kegiatan manusia dan struktur sosial. Buku ini memberikan data-data mengenai pengaruh yang ditimbulkan alat transportasi terhadap lingkungan, kehidupan sosial dan ekonomi. Buku ini digunakan untuk menganalisis pengaruh kendaraan bermotor atau alat transportasi terutama sepeda motor terhadap kehidupan sosial ekonomi mekanik sepeda motor.

E.KERANGKA TEORISTIS DAN PENDEKATAN

Guna memepertajam analisis terhadap permasalahan ini digunakan pendekatan ilmu sosial yaitu ilmu Sosiologi dan Ekonomi. Dari Sosiologi dipinjam konsep perkembangan yaitu suatu proses perubahan yang berjalan secara terus menerus dan terdorong oleh kekuatan dari dalam dan dari luar ke arah yang lebih baik. Perkembangan menerangkan pertumbuhan dalam arti perubahan dan selanjutnya menerangkan perubahan dalam arti pertumbuhan. Perkembangan sering membawa perubahan-perubahan, demikian pula perubahan mengakibatkan perkembangan. Perkembangan dalam pengertian ini diartikan sebagai perihal bertambah besar, menjadi luas, dan maju atau mengalami kemajuan. Kartasapoetra mengidentikkan perkembangan dengan istilah pembangunan yaitu urutan dari berbagai perubahan yang sistematis

F.KESIMPULAN

Jadi sejarah perkembangan motor lahir di jerman , Gottlieb Daimler dan mitranya, Wilhelm Maybach, dua pakar mesin empat langkah Jerman, menciptakan sepeda motor pertama di dunia. Pada tahun 1885,  dari merekalah awal muncul nya sepeda motor . dan sekang sepeda motor jadi alat inti pertama masyarakat dunia . kita harus lah berterima kasih kepada mereka , dan hal ini harus di cerminkan ke dalam diri masyarak luas .

JURNAL 2

MEMBAHAS IMPLEMENTASI AT89S51 SEBAGAI PENGAMAN SEPEDA  MOTOR

A.LATAR BELAKANG

Kejahatan dan kriminalitas terhadap kendaraan bermotor khususnya sepeda motor kian merebak. Hal itu tentunya faktor keamanan dan kenyamanan bagi pemakai dan pemilik sepeda motor belum tercapai. Standar sistem pengaman tambahan pada sepeda motor umumnya belum memadai.
Penelitian ini mencoba membangun suatu model pengaman elektrik kendaraan dengan menggunakan microcontroller AT89S51. Model Keamanan meliputi rangkaian sistem minimum mikrokontroler AT89S51, rangkaian masukan data berupa 3 buah gerbang inverter schmitt trigger yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat dikendalikan dari indikator-indikator yang ada pada sepeda motor. Sedangkan output berupa rangkaian penggerak relai yang akan men-ground-kan sistem pengapian unit sepeda motor dan mampu mengaktifkan buzzer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk suatu model pengaman elektrik kendaraan bekerja dengan baik.

B.ALASAN DAN MASALAH

Perkembangan dunia otomotif di Indonesia akhir-akhir ini semakin pesat, khususnya untuk kendaran jenis sepeda motor. Hal ini terbukti semakin banyaknya bermunculan berbagai jenis dan merk sepeda motor yang ada. Teknologi bidang otomotif memberi sumbangan besar terhadap kemajuan suatu negara juga memberikan peranan penting dalam usaha mencapai sasaran pembangunan. Sehingga dengan pesatnya perkembangan dunia otomotif maka mobilitas manusia akan menjadi semakin cepat, aman dan nyaman.
Namun tampaknya seiring dengan pesatnya teknologi otomotif, tingkat kejahatan dan kriminalitas terhadap kendaraan bermotor khususnya sepeda motor kian merebak. Hal itu tentunya faktor keamanan dan kenyamanan bagi pemakai dan pemilik sepeda motor belum tercapai. Standar sistem pengaman tambahan pada sepeda motor umumnya belum memadai.
Sistem pengaman tambahan yang bersifat mekanik seperti kunci shock ataupun kunci grendel pada standar utama sepeda motor memiliki kelemahan yaitu pemakai harus dibuat repot dengan memasang dan melepas alat itu sebelum atau setelah menggunakan kendaraan. Letak yang mudah terlihat secara visual dan sifatnya yang pasif juga merupakan kelemahan sistem pengaman ini. Sistem pengaman elektrik seperti saklar yang tersembunyi hanya memperbaiki satu kelemahan dari sistem pengaman mekanik di atas.

C.RUANG LINGKUP

Sistem pengaman sepeda motor ini terdiri dari beberapa bagian yaitu rangkaian masukan data, rangkaian penggerak relai, rangkaian penggerak buzzer rangaian catu daya dan rangkaian sistem minimum mikrokontroler AT89S51. Pengujian dilaksanakan bagian demi bagian, selanjutnya data hasil pengujian akan dibahas untuk menjawab rumusan masalah.
Rangkaian Masukan Data
Data berupa masukan tegangan yang berasal dari indikator lampu netral dan indikator posisi. Pada masing-masing rangkaian masukan data dilalukan pada sebuah dioda dimana kathoda terhubung dengan kapasitor dan rangkaian voltage devider. Dioda-dioda ini berfungsi sebagai penyekat antara rangkaian dengan indikator yang bersangkutan. Kapasitor C10, C11dan C12 berfungsi untuk meratakan tegangan yang berubah-ubah, terutama yang berasal dari indikator posisi.

D.TINJAUAN PUSTAKA

Dalam makalah ini, bahan yang dijadikan sumber adalah dokumen dari
tugas akhir yang ditulis oleh Susilo Marwanto, dengan judul ”Sistem Pengaman Sepeda Motor Berbasis Mikrokontroler AT89C2051”. Bahan lain yang dijadikan sumber adalah buku terbitan PT Astra Internasional Inc dengan judul Buku Pedoman Reparasi Honda Astrea Prima, ditulis oleh Honda Technical Service Sub Division.

E.KERANGKA TEORISTIS DAN PENDEKATAN

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diambil berbagai permasalahan sebagai berikut
1. Bagaimana merancang sistem minimum berbasis mikrokontroler AT89S51 yang dapat digunakan sebagai sistem pengaman sepeda motor.
2. Input apa saja yang dapat digunakan sebagai kunci/data masukan pemecah sandi.
3. Perangkat apa yang dapat digunakan untuk mengantar mukakan sistem pengaman dengan mesin unit sepeda motor.

Perancangan Perangkat Keras
Mengacu pada analisis kebutuhan di atas, maka bagian-bagian yang diperlukan untuk merealisasi sistem pengaman sepeda motor berbasis mikrokontroler AT89S51

Perancangan Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang digunakan pada makalah ini merupakan bahasa pemrograman tingkat rendah (bahasa assembler). Bahasa assembler digunakan untuk mengendalikan kerja dari mikrokontroler AT89S51 sehingga dapat mengirim dan menerima data. Sebelum bahasa assembler dituliskan ke mikrokontroler, perlu dilakukan inisialisasi terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar mikrokontroler berada dalam keadaan siap bekerja.

F.KESIMPULAN

Setelah melakukan pengamatan, mengumpulkan data dan menganalisa maka penulis mengambil kesimpulan tentang sistem pengaman sepeda motor berbasis mikrokontroler AT89S51 sebagai berikut:
1. Sistem yang telah dirancang hanya efektif ketika menghidupkan mesin sepeda motor menggunakan kick starter. Kinerja alat akan kadang-kadang terganggu ketika menghidupkan mesin sepeda motor menggunakan electric starter.
2. Perangkat ini hanya aktif ketika saklar kontak on.
3. Alat ini terdiri dari beberapa bagian yaitu (1) 3 buah rangkaian Masukan Data, (2) rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S51 (3) rangkaian Penggerak Relai dan (4) rangkaian Penggerak Buzzer.

JURNAL 3

MEMBAHAS TENTANG PERANAN OLI PADA SEPEDA MOTOR

A. LATAR BELAKANG

Semua jenis oli pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan-lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan. Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan.

B. ALASAN DAN MASALAH

Perbedaan yang besar sekali antara oli mesin dan pelumas yang lain.Oli mesin menjadi kotor dengan adanya karbon,asam,dan zat kotoran lainnya dari pembakaran.
Sebagai contoh, sulfuric acid dan hydrochloric acid dibentuk dari hasil pembakaran bahan bakar yang harus dinetralisir. Bahan bakar yang tidak terbakar,kotorao dan karbon juga harus dilarutkan atau dibawa oleh oli mesin sehingga tidak mengumpul dalam mesin itu sendiri.

Sifat Utama Dari Oli Mesin:

Sebagai Pelumasan
Oli mesin melumasi permukaan metal yang bersinggungan dlm mesin dengan cara membentuk lapisan film oli. Lapisan oli tersebut berfungsi mencegah kontak langsung antara permukaan metal dan membatasi keausan dan kehilangan tenaga yang minim.

Bersifat Pendingin
Pembakaran menimbulkan panas dan komponen mesin akan menjadi panas sekali.Hal ini akan menyebabkan keausan yang cepat,bila tidak diturunkan temperaturnya. Untuk melakukan ini oli mesin harus disirkulasi disekeliling komponen agar dapat menyerap panas.

Sebagai Perapat
Oli mesin membentuk semacam lapisan antara torak dan silinder.Ini berfungsi sebagai perapat yang dapat mencegah hilangnya tenaga mesin. Sebaliknya apabila ada kebocoran maka gas campuran yang dikompresikan atau gas pembakaran akan menekan disekeliling torak dan masuk kebak engkol dan ini berarti kehilangan tenaga.

Sebagai Pembersih
Kotoran akan mengendap dalam komponen mesin. Ini menambah gesekan dan menyumbt saluran oli.Oli mesin akan menbersihkan kotoran tersebut untuk mencegah tertimbuo didalam mesin.

Sebagai Penyera Tegangan
Oli mesin menyerap dan menekan tekanan lokal yang bereaksi qada komponen yang dilumasi.Serta melindungi agar komponen tersebut tidak menjadi tajam saat terjadinya gesekan pada bagian yang saling bersinggungan,

C. RUANG LIGKUP

Ruang lingkup oli Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient. Mengalir secara cukup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang bergerak. Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebih mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan.

Dengan demikian, oli memiliki grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE). Bila pada kemasan oli tersebut tertera angka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.

Tetapi yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin. Umumnya, mobil sekarang punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30 . Karena mesin belakangan lebih sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Tak baik menggunakan oli kental (20W-50) pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.

Untuk mesin lebih tua, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal dan menyediakan lapisan film cukup untuk bearing.

Sebagai contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli di berbagai negara/kawasan.

  1. 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia
  2. 10W-30 untuk iklim sedang seperti di kawasan Inggris
  3. 15W-30 untuk Cuaca panas seperti di kawasan Indonesia

D. TINJAUAN PUSTAKA

API Service Rating

Untuk rating API service, dapat pula dirunut dari mesin-mesin keluaran lama. Namun, pada saat ini bisa juga dirunut dari katagori SF mengingat banyaknya katagori yang akan keluar.

API mesin bensin

  • SM (Current)

Diperkenalkan pada 2004. Ditujukan untuk semua jenis mesin bensin yang ada pada saat ini. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik.

  • SL (Current)

Merupakan katagori terakhir sampai saat ini. Diperkenalkan pada 1 Juni 2001. Oli ini didesain untuk menjaga temperatur dan mengontrol deposit lebih baik. Juga bisa mengkonsumsi oli lebih rendah. Beberapa oli ini juga cocok dengan spesifikasi terakhir ILSAC sebagai Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya

  • SJ (Current) : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua
  • SH (Obsolete): Untuk mesin generasi 1996 atau sebelumnya
  • SG (Obselete): Untuk mesin generasi 1993 atau sebelumnya
  • SF (Obsolete): Untuk mesin generasi 1988 atau sebelumnya

API mesin diesel

  • CJ-4

Diperkenalkan pada tahun 2006. Untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada yang dimiliki oleh oli-oli dengan kategori API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4. Oli dengan kategori API CJ-4 juga mampu secara efektif melumasi mesin-mesin dengan kategori di bawahnya.

  • CI-4

Diperkenalkan sejak 5 September 2002. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2004. Oli CI-4 diformulasikan menjaga durabilitas mesin dimana gas buangnya disirkulasi ulang. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.

  • CH-4

Diperkenalkan sejak 1998. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 1998. . Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur lebih besar 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4.

  • CG-4

Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4.

  • CF-4

Diperkenalkan sejak 1990. Untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Bisa dipakai pada oli CD, dan CE.

  • CF-2

Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa dipakai pada oli CD-II.

  • CF

Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin off road, indirect injected dan beberapa mesin yang memakai bahan bakar dengan kandungan belerang/sulfur di atas 0.5%. Bisa mengganti pada oli CD.

E. KERANGKA TEORISTIS DAN PENDEKATAN

Berdasarkan input data di atas dapat di katakana bawa di dalam suatu oli terdapat API , dan hal tersebut merupakan standar dalam komposisi pada oli . dan banyak beragam rama oli , mulai dari kekentalan sampa jenis SAE nya .

F. KESIMPULAN

Jadi bisa  di katakan bahwa OLI sangat berperan penting terhadap Mesin . karena oli kunci dari suatu kinerja di dalam mesin .  Dan oli juga mengandung zat asam atau karbon untuk melindungi gesekan dalam mesin .

DAFTAR PUSTAKA

(http: // http://www.bintangracingteam.com

., Ikatan Motor, Peraturan Balap Motor (tanpa nama kota terbit dan nama penerbit, 2002).

Prasetyo, Andri, “Komparasi Kinerja Sistem Pengapian Elektronik (CDI) Tipe AC dan DC Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Daya Sepeda Motor Honda Astrea Grand” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, 2007).

Prihanto, Teguh, “Kaji Eksperimental Pengaruh Jumlah Reaktor Pengapian (ignition) Terhadap Reduksi Gas Buang CO Pada Sepeda Motor 2 Tak” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang, 2005).

Surat Kabar dan Majalah Motor Plus, edisi Sabtu 7 Oktober 2000. Motor Plus, edisi Sabtu 21 Oktober 2000.

Motor Plus, edisi Sabtu 11 November 2000.

Motor Plus, edisi Sabtu 16 Desember 2000.

Motor Plus, edisi Sabtu 30 Desember 2000.

Motor Plus, edisi Sabtu 27 Januari 2001.

Motor Plus, edisi Sabtu 8 Januari 2005 Motor Plus, edisi Sabtu 26 November 2005.

Motor Plus, edisi Sabtu 10 Desember 2005.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: